Tuesday, July 21, 2009

Kenapa Jadi Tukang Copas ya?

Sebagian besar adsenser Indonesia mengandalkan content dari sumber lain, bukan tulisan sendiri, padahal orisinalitas (istilah kerennya unique content) menjadi salah satu faktor utama keberhasilan publishers dalam menghasilkan dollar adsense atau sarana monetisasi lainnya. Tanya, kenapa?

Ada beberapa hal yang menyebabkan kebanyakan publisher Indonesia menjadi tukang copas tulisan dari sumber lain:

Pertama, blogging atau memiliki website hanya sekedar hobby atau sekedar web presence, tidak diperlakukan sebagai bisnis yang menghasilkan uang. Blog atau website dalam tatanan ini menjadi sama halnya dengan handphone, ipod atau gadget lainnya yang mengikuti trend sosial.

Kedua, sebagian besar kita tidak terbiasa mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan. Budaya kita adalah budaya bertutur alias lisan. Bahkan dalam sistem pendidikan formal kita pun menulis bukanlah hal yang dibiasakan. Jadi, menulis adalah satu kesulitan tersendiri.

Ketiga, penguasaan bahasa Inggris yang tidak memadai. Blog/website dengan content bahasa Indonesia akan terbatas pembacanya hanya netter Indonesia dan orang luar yang mengerti bahasa Indonesia. Ini tidak menguntungkan sebagai adsense publisher. Apalagi Google Adsense belum mendukung bahasa Indonesia. Diperlukan content dalam bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya yang didukung oleh Google Adsense untuk menghasilkan income. Kalau dalam bahasa Indonesia saja kita masih sulit menulis, apalagi dalam bahasa Inggris atau bahasa asing?.

Keempat, kemalasan dan mental instan. Kita ingin cepat-cepat menghasilkan dollar dari Adsense, sementara kita tidak terbiasa menulis, apalagi dalam bahasa Inggris. Maka yang terjadi adalah mengambil content dari sumber lain dengan cara copy paste. Yang penting blog/website terisi dan terupdate. Ini adalah cara gampang. Ini terkait dengan faktor pertama di atas, karena kita tidak memperlakukannya sebagai bisnis maka kita kurang memperhatikan orisinalitas, kurang memperhatikan prinsip-prinsip desain web, search engine optimization (SEO), riset kata kunci (keyword research), format dan layout adsense, dsb.

Kelima, rasa puas dengan hasil kecil yang diperoleh. Cukuplah beberapa cent dollar per hari, ini membuat kita menjadi “pekerja semut” yang puas dengan recehan dan remah-remah dari “roti besar” yang disediakan oleh Google Adsense atau affiliasi lainnya. Dapat $1 sehari hanya dengan kerja copy paste kan lumayan sebagai tambahan gaji dari kantor, atau tambahan uang saku bagi pelajar dan mahasiswa.

Mungkin masih ada lagi hal lain yang menyebabkan kebiasaan copy paste ini, tetapi lima hal di atas saya pikir sudah cukup menggambarkan keadaan yang nyata.

Sumber : Edy4life

Monday, July 20, 2009

Fenomena Tukang Copas di Ajang Kontes SEO

Sebenarnya fenomena merebaknya tukang copas di setiap ajang kontes SEO bukan suatu fenomena baru lagi, hanya saya saja menggapnya suatu hal yang baru dalam ajang kontes seo. Maklum namanya saja pebisnis online pemula yang sedang belajar seo. Hehe.

Kembali ke fenomena copas pada artikel kontes SEO, sudah barang tentu dipastikan bahwa si tukang copas 80 % mempunyai niat dan tujuan berbeda dibandingkan dengan pencopas biasa. Kenapa berbeda? Yah.. karena sebagian besar pencopas postingan kontes pasti tujuannya ingin menjatuhkan peringkat halaman blog peserta kontes lain di search engine Google.

Namun, kalau boleh saya sebagai blogger pebisnis online pemula yang sedang coba-coba belajar seo mengatakan jujur, sebenarnya perbuatan copas mencopas di ajang kontes seo adalah cara kuno yang dilakukan oleh peserta kontes suatu negara dimana penduduknya baru saja mengenal computer dan internet. Terlebih kalau artikel kontes di copas dari blog gratisan seperti blog tukang copas ini. :)

Jadi apabila artikel kontes seo anda di copas dan tiba-tiba blog kontes Serps nya menghilang dari daftar list google tidak perlu panik. Karena itu bersifat sementara dan hanya berlaku satu kali, terus saja action dan lakukan optimasi serta perbanyak backlink!! Saya yakin artikel blog kontes seo anda akan kembali normal.

Sumber : BisnisOnlineInternet